Benny Setiawan Mahasiswa Fakultas Farmasi Angkatan 2008

Aktif, berprestasi, dan memiliki kepribadian yang baik. Itulah deskripsi diri seorang Benny Setiawan, mahasiswa FF 2008 yang baru saja mengukir prestasi untuk Ubaya dalam LKTI yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah Tujuh beberapa bulan yang lalu. Cowok yang baru saja mengharumkan nama Ubaya ini dinyatakan lolos lewat karyanya yang membahas pengolahan biji srikaya menjadi pestisida.

Semangat cowok penghobi bulutangkis ini memang patut diacungi jempol. Pasalnya, ia berani menerima tawaran dari Adpelkam untuk mengikuti lomba ini di masa UTS. Sehingga, diakuinya sempat mengganggu persiapan ujiannya di kala itu. “Namun semua itu terbayar karena bisa meraih juara dua dan bisa mengharumkan nama Ubaya,” ucapnya.

Untuk dapat mengikuti lomba ini, Benny menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang dinilai selain karya tulis dari peserta. Hal-hal tersebut antara lain adalah kemampuan bahasa inggris, aktivitas kemahasiswaan, IP, dan kepribadian. Kesemuanya itu mendapatkan penilaian lewat wawancara secara langsung. Poin-poin mahasiswa juga dilampirkan karena masuk dalam unsur penilaian.

Hal menarik dari lomba yang diadakan di Hotel Pelangi, Malang ini adalah dewan juri lomba ini bukan dari farmasi, melainkan dari Magister Engineering dan Bahasa Inggris. “Berkesan rasanya, diuji oleh juri yang bidangnya bukan dari topik yang diangkat,” kenangnya sambil tertawa.

Meski menurutnya tidak ada target khusus untuk menjadi juara. Namun cowok kelahiran 20 Juli ini memiliki harapan tersendiri. Ia menginginkan bahwa paling tidak, ia bisa memperkenalkan Ubaya dengan memberikan kesan pertama yang baik ketika berada di tingkat nasional nanti. “Saya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Ubaya itu hebat,” tutupnya. (voc)

Tags: ,

Comments are closed.