Ujian dan Pedoman Penilaian

    1. Tujuan penyelenggaraan ujian adalah untuk mengetahui dan mengukur tingkat penguasaan mahasiswa terhadap kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.
    2. Ujian Apoteker terdiri dari ujian tulis, ujian lisan, ujian kasus, dan ujian kompetensi.
    3. Dalam 1 tahun dijadwalkan ujian utama dan perbaikan baik teori dan Praktek Kerja Profesi. Alokasi waktu:
      • Ujian teori tertulis 1-3 jam, tugas-tugas analisis sesuai dengan kebutuhan.
      • Ujian PKP dengan alokasi waktu 1 jam dimana 1 mahasiswa diuji oleh 2 dosen penguji yang tidak menjadi pembimbing mahasiswa tersebut.
    4. Persyaratan mahasiswa yang berhak mengikuti ujian:
      • Teori:
        • Terdaftar dalam daftar peserta mata kuliah tetap
        • Presensi untuk mata kuliah yang bersangkutan minimal 80%
        • Telah membayar UPP hingga waktu ujian teori
      • Praktek Kerja Profesi:
        • Terdaftar dalam peserta PKP tetap
        • Presensi untuk PKP yang bersangkutan 100%
        • Laporan hasil PKP sudah disetujui dan ditandatangani oleh pembimbing PKP yang bersangkutan
        • Telah mengumpulkan laporan sesuai ketentuan
        • Telah membayar UPP hingga waktu ujian PKP tersebut
    5. Ujian dilaksanakan oleh fakultas yang dikoordinasi ketua program, sekretaris, dan pembantu pelaksana ujian. Pengawas ujian teori terdiri atas tenaga edukatif dan dibantu oleh asisten. Pada setiap ujian dibuat berita acara yang mencatat segala kejadian penting selama berlangsungnya ujian tersebut dan daftar presensi yang harus ditanda tangani oleh mahasiswa.
    6. Tata tertib sesuai dengan tata tertib ujian pada SK Rektor tentang pedoman mahasiswa Universitas Surabaya.
    7. Penguji Ujian Apoteker adalah seseorang yang minimal mempunyai jenjang pendidikan strata 2 dalam bidang ilmu kefarmasian atau yang setara dan memiliki Sertifikat Kompetensi Apoteker atau mendapat rekomendasi dari Perguruan Tinggi Farmasi atau IAI.
    8. Ujian Apoteker dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
      • Ketua Program Studi Profesi Apoteker menyusun Garis Besar Program Ujian Apoteker untuk ditetapkan oleh dekan.
      • Ketua Program Studi Profesi Apoteker menyusun Pedoman dan Tata tertib Ujian Apoteker untuk ditetapkan oleh dekan.
      • Ketua Program Studi Profesi Apoteker menyusun tim penguji Ujian Apoteker untuk ditetapkan oleh dekan.
      • Penguji Ujian Apoteker untuk PKPA dari luar PTF (IAI) ditetapkan bersama oleh pimpinan Program Pendidikan Profesi Apoteker dan IAI atas dasar usulan yang diajukan oleh pimpinan PTF.
      • Penentuan kelulusan sebagai Apoteker melalui rapat yudisium yang dihadiri oleh dosen penguji.
    9. Penilaian ujian dilakukan dengan cara memberi nilai akhir yang dinyatakan dengan nilai relatif: A, AB, B, BC, C, dan E. Proses perolehan nilai relatif tersebut dikonversi dari nilai mentah menjadi nilai akhir. Bagi peserta ujian perbaikan:
      • Nilai maksimum yang dapat diperoleh adalah B.
      • Jika mengulang dengan nilai awal selain E maka nilai ujian perbaikan yang akan digunakan sebagai Nilai Akhir.

Nilai Relatif

Rentang Nilai Mentah

A

≥ 76

AB

70 -< 76

B

65 -< 70

BC

60 -< 65

C

55 -<60

E

<5

10. Peserta ujian Apoteker dinyatakan lulus dengan ketentuan:

    • Telah memenuhi 33 sks
    • IPK ≥ 2,75
    • Nilai mata ajaran PKP minimum C
    • Tidak memiliki nilai E pada setiap mata kuliah
    • Nilai mata kuliah Character Development, SIEO dan Ilmu Komunikasi, dan Pharmaceutical Care dan Ilmu Kesehatan Masyarakat minimal B.