Profil

Fakultas Farmasi merupakan salah satu dari tiga fakultas pertama di lingkungan Universitas Surabaya (UBAYA) yang memperoleh status “Terdaftar” pada tahun 1968. Perjuangan panjang segenap sivitas akademika Fakultas Farmasi telah menghasilkan pencapaian dengan perolehan status “Disamakan” pada tanggal 21 Agustus 1995 yang berlanjut dengan perolehan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan peringkat “A” sejak tahun 1998.

Saat ini Fakultas Farmasi memiliki 3 (tiga) program studi (PS) yaitu: (1) program studi S-1 Farmasi, (2) program studi pendidikan profesi Apoteker, dan (3) program studi S-2 Ilmu Farmasi – konsentrasi Farmasi Klinis dan konsentrasi Farmasi Industri. Sesuai dengan visi-misinya, Fakultas Farmasi menyelenggarakan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik dalam proses pengembangan dirinya menjadi farmasis yang kompeten, memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan profesional, sosial dan komunikasi yang unggul, serta karakter dan perilaku farmasis profesional.

Proses pembelajaran dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman praktek dalam bidang kefarmasian yang selalu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Fokus pengembangan saat ini mengarah pada pengembangan bidang Klinis-Komunitas dan bidang Sains-Industri. Pengembangan bidang Klinis-Komunitas difokuskan pada promosi praktek kefarmasian yang berkualitas, layanan yang berpusat pada kepentingan pasien, serta pengobatan yang rasional, sedangkan pengembangan bidang Sain-Industri difokuskan pada pengembangan obat, produk obat, dan kosmetik yang berbasis bahan alam. Untuk itu dikembangkan fasilitas untuk kegiatan kuliah, diskusi, laboratorium untuk kegiatan praktikum dan penelitian, apotek pendidikan, perpustakaan, serta tempat praktek kerja profesi di berbagai apotek, rumah sakit, industri, maupun pemerintahan.

Jejaring kerja sama telah dijalin dengan berbagai lembaga dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, Balai Besar BPOM di Surabaya, PT Kimia Farma, berbagai Apotek di Jatim, Rumah Sakit dan Industri Farmasi di Jatim, Jateng, Jabar, DKI Jakarta, dan Bali. Selain menjadi anggota Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Fakultas Farmasi UBAYA juga mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan dan penelitian dalam dan luar negeri maupun dengan organisasi profesi farmasi.

Pengembangan berbagai fasilitas pembelajaran di kampus, kerjasama dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, apotek pendidikan, serta adanya Pusat Informasi Obat & Layanan Kefarmasian (PIOLK), Pusat Informasi & Pengembangan Obat Tradisional (PIPOT), serta laboratorium pengujian Center for Drug Evaluation & Analysis (C-DEA), ditunjang manajemen berbasis mutu serta transparansi, diharapkan dapat memberikan jaminan kepastian bagi peserta didik maupun masyarakat yang memperoleh layanan tridharma dari Fakultas Farmasi UBAYA.